jump to navigation

Mangan ora Mangan Asal Kumpul Oktober 29, 2012

Posted by joesti in Belajar.
trackback

Mangan ora mangan asal kumpul. Demikian pernah diajarkan para sesepuh kepada kami. Mengajarkan kami untuk menjaga persaudaraan. Senantiasa guyup, bersama-sama dalam keluarga menghadapi kehidupan sehari-hari. Tak usah risau akan masalah makan, yang penting kita masih bersama. Meyakini bahwa kita masih bisa makan. Jika takada beras, masih ada ladang untuk mengambil ubi atau singkong. Masih ada pekarangan tempat kita ’ngrambah’ mengambil daun-daunan sebagai sayur. Jika beruntung masih ada ayam atau telur sebagai lauk. Atau mengambil kail untuk memancing ikan. Kalau tidak keberatan, belalang atau kepompong ulat jati pun mampu menjadi lauk nikmat untuk disantap.

Waktu berganti, ladang mulai berkurang untuk dibagi kepada generasi selanjutnya atau berganti kepemilikan. Kami tidak dapat memiliki beras sebanyak dulu, harus berbagi dengan sanak saudara Tempat mengambil makanan dari kebun dan ladang semakin berkurang, sementara urusan makan tidak dapat berkurang. Kami pun mengambil ilmu anak-anak pisang. Ada masa dimana kami harus berpisah dari induk semang mencari mata penghidupan lain meski di tanah seberang. Keluarga-keluarga baru pun terbentuk mencari makan dan penghidupan masing-masing. Kami tidak harus berkumpul bersama keluarga asal, asal urusan konsumsi dan penghidupan tetap terjaga. Kumpul ora kumpul asal mangan.

Rasa kangen senantiasa ada. Berkumpul kembali bersama keluarga besar tetap menjadi suatu cita. Cita yang akan diwujudkan untuk satu masa, satu tahun atau mungkin lebih. Sedikit demi sedikit rezeki disimpan untuk mewujudkan cita itu. Dan masa berkumpul kembali bersama keluarga besar pun terwujud paling tidak berbentuk kemenangan berpuasa sebulan. Tabungan pun dibuka untuk biaya perjalanan dan berkumpul bersama keluarga. Berkumpul bersama keluarga tak akan lengkap tanpa makan. Saling berbagi rizki, mensyukuri apa yang telah Allah beri. Kumpul-kumpul, mangan.

Selamat berkumpul bersama keluarga tercinta.

Alhamdulilah tulisanku ini pernah dimuat di suaramerdeka.com tanggal 15 Agustus 2012

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: