jump to navigation

Naik bis Juli 17, 2010

Posted by joesti in Mengajar.
trackback

PIC_0416Penugasan ke beberapa kota di Philipina memberi konsekuensi tersendiri bagi kami. Berpindah kota memberi tantangan baru terutama jika tidak diantar mobil khusus. Naik angkutan umum seperti bis menjadi alternatif utama untuk bepergian. Penugasan aku ke Tagum City memberiku kesempatan untuk mencoba. Tagum City terletak di Provinsi Davao del Norte, 50 km utara Davao City. Untuk berangkat antar kota, aku memilih berangkat dari terminal bis. Sebenarnya bisa saja naik di pemberhentian bis, tapi aku tidak tahu tempatnya. Menurut informasi yang kuterima, bis di Philipina tertib dalam menaikkan dan menurunkan penumpang. Mereka menaikkan dan menurunkn penumpang di bus stop atau halte yang telah ditentukan. Di beberapa tempat sekitar terminal, aku jumpai peringatan "No Loading" sebagai peringatan untuk tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat.

Bis di Philipina secara fisik ukurannya sama dengan bis di Indonesia. Hanya saja pada umumnya hanya memiliki satu pintu di sebelah kanan badan bis (jalan raya di Philipina menganut pola Amerika, kita berjalan di sebelah kanan). Bis diawaki satu sopir dan satu kondektur. Kalau di Indonesia biasanya ada tiga awak, satu sopir, satu kernet dan satu kondektur. Setelah naik bis, bis berangkat pada waktu yang telah ditentukan. Kondektur berkeliling mengedarkan tiket dan menagih ongkos. Tiket yang digunakan disini bagiku seperti kombinasi tiket bis dan kereta api. Bahan baku tiket adalah kertas seperti tiket bis di Indonesia. Kemudian untuk menandai ongkos perjalananan, tempat pemberangkatan dan tempat tujuan digunakan pelubang seperti pelubang di tiket kereta api. Jadi tiketku dilubangi di beberapa tempat sebagai penanda yaitu tempat pemberangkatan, tempat tujuan, ongkos, dan kode seri bis. Biasanya di Indonesia hanya ditandai dengan spidol pada tempat pemberangkatan dan tempat tujuan. Setelah tiket diberikan dan ongkos dibayar, simpan dulu tiketnya buat kenang-kenangan difoto buat blog dan yang lebih penting ada pemeriksaan tiket di tengah perjalanan. Tidak bisa menunjukkan tiket disuruh pulang :grin:.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: