jump to navigation

Listrik, Aman Nggak? Juli 9, 2010

Posted by joesti in Uncategorized.
trackback
Terminal listrik yang pipih
img3

Litrik dapat disebut sebagai sumber daya energi yang paling dibutuhkan manusia selain energi bahan bakar. Berbagai upaya ditempuh untuk memperoleh sumber daya listrik mulai dari pembangkitan energi (generator), distribusi, transmisi hingga sumber daya ini sampai di konsumen. Setahuku sumber daya listrik tersedia dalam berbagai versi menyesuaikan kebutuhan misalnya 3phasa, 1 phasa, daya 450watt, daya 900watt dan lain-lain.

Salah satu standar yang digunakan dalam instalasi listrik adalah pemilihan antarmuka (interface). Jika di Indonesia kita menjumpai dua terminal dengan bentuk lubang/lingkaran sementara di Philipina dijumpai penggunaan tiga terminal dengan bentuk pipih. Seperti Indonesia perangkat yang menggunakan listrik kebanyakan berupa dua terminal sehingga terminal ketiga tidak digunakan/dimatikan. Jika melihat pola transmisi dan distribusi listrik Indonesia dan Philipina sama-sama menggunakan pola Amerika hanya berbeda di interface. Perbedaan interface ini membuat kami harus membeli konverter bentuk terminal pipih-lubang. Tanpa konverter ini laptop tidak dapat mengisi catu daya, :grin:. Kelebihan penyediaan listrik di Philipina ini adalah tidak dikenalnya pemadaman listrik. Saat hujan deras pun listrik masih menyala. Aku jadi teringat rumah di Semarang, jika hujan turun deras, selain menyiapkan ember (rumah bocor :sad:) juga menyiapkan lilin, korek api plus senter tuk persiapan listrik padam. Tidak adanya pemadaman listrik dimungkinkan karena ketersediaan energi ini masih mencukupi. Bandingkan di Jawa, kebutuhan listrik masih kurang mencukupi.

Kabel yang ’semrawut’
PIC_0275

Hanya saja aku ’miris’ jka melihat pengkabelan distribusi listrik. Kabel-kabel digelar begitu saja terkesan tidak mengindahkan keamanan dan estetika. Kabel-kabel sekedar dipasang dan yang penting sumber daya sampai di tujuan. Di beberapa tempat aku jumpai kabel yang menjuntai rendah bahkan di depan rumah penduduk. Melihat kabel seperti ini, timbul was-was juga, kalau tiang listriknya tidak lagi sanggup menahan beban atau kabel terputus karena menahan kabel lain di atasnya, atau … atau …. Apapun itu, itulah catatanku tentang listrik di negeri ini.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: