jump to navigation

Persiapan ke Philipina Juli 4, 2010

Posted by joesti in Uncategorized.
trackback
Tim HoI
PIC_0050

Pemberitahuan berangkat ke Philipina sudah disampaikan bu Netty. Kepala sekolah menegaskan beberapa hari kemudian. Pasporpun diurus. Aku harus mengurus paspor hijau juga mengingat paspor biruku sudah out of date untuk jaga-jaga. Surat keterangan yang ditunggu-tunggu juga belum datang padahal diperlukan untuk membuat paspor biru.Persiapan yang kulakukan boleh dikatakan cukup singkat. Belum lagi tambahan barang yang dibawa. Alhamdulilah teman-teman banyak membantu. Tiket sudah dibelikan, buah tangan ada yang mencarikan dan membuatkan. Terima kasih tuk semuanya. Sabtu, 19 Juni 2010 bakda maghrib perjalanan dimulai. Perjalanan ke Jakarta tidak selancar biasanya. Bis yang aku naiki berjalan lambat, bahkan tidak jarang disalip oleh sepeda motor :mgreen:. Aku pun sampai Lebakbulus jam 8 pagi, cukup waktu untuk terus ke Seamolec.

Sesampai di Seamolec aku bertemu beberapa teman dari berbagai sekolah. Saat itu aku baru ’ngeh’ kalau kebarangkatan ke Pihilipina ini bareng-bareng dalam satu rombongan besar bersama kepala-kepala RSBI. Acara di Seamolec dimulai jam 14 diisi oleh Bp. Mangasa Aritonang dengan agenda koordinasi dan perkenalan anggota kelompok. Pada dasarnya kelompok besar ini terdiri dari rombongan yang tinggal di Philipina selama 4 hari dan rombongan yang tinggal di Philipina selama dua bulan (rombonganku :lol:). Kepada kami diinformasikan bahwa keberangkatan via Bandara Sukarno Hatta hari Selasa dini jam 00.30, jadi kami menginap satu malam di Jakarta. Berhubung Wisma Universitas Terbuka sudah digunakan untuk kegiatan wisuda, kami ditempatkan di Wisma Hikmat, di kawasan Ciputat.

Senin pagi masih menyempatkan diri ke PPPGT Sawangan, cuma dapat ketemu mbak Endar teman-teman lain sedang berkegiatan yang lain. Siangnya kami cekout siakembali ke Seamolec. Bakda maghrib dengan menaiki bis kami berangkat ke Sukarno Hatta. Sekitar jam 21.00 sampai di bandara, waktu memang masih cukup lama tapi kami tetap harus bergegas, ini rombongan besar lho. Yang terasa berbeda adalah saat cek bandara, sekarang aku pikir lebih ketat. Ikat pinggang, sepatu, jaket harus ikut dilepas untuk bebas screen padahal biasanya hanya tas dan perangkat komunikasi. Beres semua kami naik pesawat Cebu Pasific, selamat tinggal Indonesia.

Sampai di Manila jam07.00 kami harus bergegas pula untuk ganti pesawat. Ngurus bagasi, tiket terusan dan kembali naik pesawat kami pun sampai di Davao sekitar jam11.00. Kami dijemput oleh tim Konsulat Jenderal RI Davao City, dan diantar ke tempat menginap. Rombongan bapak-bapak menginap di hotel, sementara tim kami di House of Indonesia. Alhamdulilah, sampai juga. Ayo buruan mandi ! Acara berikut jam 14.00.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: