jump to navigation

Belajar dari Laba-laba Januari 22, 2010

Posted by joesti in Uncategorized.
trackback

saranglabaAllah menurunkan Al Quran dengan nama-nama yang indah. Nama-nama surat Al Quran diambil dari nama utusanNya, nama hamba-hamba yang shalih, juga nama-nama ciptaannya . Salah satu ciptaan Allah yang mendapat kehormatan diabadikan namanya menjadi nama surat adalah makhluk bernama laba-laba, yang dalam Al Quran kita kenal sebagai Al Ankabut surat ke 29.

Laba-laba menempati salah satu episode sirah Rasulullah SAW. Ketika beliau bersembunyi bersama Abu Bakar di sebuah gua dalam perjalanan hijrah, Allah mengutus laba-laba untuk membuat sarang di depan gua. Keberadaan sarang laba-laba ini memperdaya kaum kafir Quraisy, mereka tidak menduga dan memeriksa gua tempat persembunyian Rasulullah.

Sarang laba-laba juga diabadikan dalam salah satu ayat Al Quran. Dalam An Ankabut(29) ayat 41, Allah berfirman.
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.(QS.29.41)

Salah satu informasi dapat diambil dari ayat tersebut. Informasi teknis yang menyatakan rumah laba-laba atau sarang laba-laba adalah rumah paling lemah. Dalam aktivitas kita sehari-hari kita melihat betapa lemahnya rumah laba-laba. Sarang laba-laba mudah rusak oleh tangan seorang anak kecil sekalipun. Saat kita membersihkan rumah atau kantor, dengan mudahnya kita membersihkan sarang laba-laba, cukup berbekal sapu, rumah dapat dibersihkan dari sarang laba-laba.

Benarkah sarang laba-laba lemah?

Marilah kita lihat bahan pembentuk sarang laba-laba, tak lain adalah benang laba-laba. Dari hasil penelitian-penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa benang laba-laba bukan merupakan barang yang lemah. Benang yang berukuran kecil sehingga nyaris tidak dapat dilihat mata ini ternyata mempunyai kekuatan yang besar. Kekuatan benang laba-laba lima kali lebih kuat daripada serat baja dengan diameter yang sama. Misalnya sebuah serat baja berdiameter 0.1 mm mampu mengangkat beban 1 gram, maka benang laba-laba berdiameter berdiameter 0,1 mm mampu mengangkat beban 5 gram! Subhanallah.

Jika 150 buah mobil masing-masing berbobot satu ton ditumpuk, akan diperoleh beban seberat 150 ton. Jika telah ada teknologi yang mampu memintal benang laba-laba, beban sebesar itu dapat diangkat dengan benang laba-laba berdiameter 30cm. Subhanallah. Beban tersebut tidak dapat diangkat oleh baja berdiameter sama.

Selain benang laba-laba yang sangat kuat, konstruksi sarang laba-laba juga merupakan salah satu konstruksi paling kokoh. Konstruksi ini mampu menahan beban yang relatif lebih berat dibanding berat sarang itu sendiri. Sebuah sarang laba-laba berbobot 1 gram dapat menahan beban 10 gram. Konstruksi sarang laba-laba memungkinkan titik berat sebuah beban yang tertempel pada sarang dapat disebar. Konsep penyebaran titik berat ini menjadi acuan pembangunan konstruksi bangunan yang digunakan manusia. Gedung, jembatan, menara senantiasa mengacu konsep penyebaran titik berat.

Allah Yang Maha Besar yang mengajarkan laba-laba sebuah ilmu konstruksi yang mengagumkan.

Kekuatan bahan dan konstruksi sarang laba-laba mendorong diciptakannya serat laba-laba sintetis yang kemudian dikenal sebagai Kevlar. Bahan Kevlar saat ini diakui sebagai bahan terkuat di dunia. Kevlar digunakan sebagai pelapis serat optik. Penggunaan Kevlar dalam media kabel komunikasi ini membuat serat optik lebih kuat terhadap gangguan fisik. Seandainya sebuah pohon tumbang menimpa serat optik, kabel tidak putus karena terlindung lapisan Kevlar.

Kevlar juga mampu menahan benda yang bergerak berkecepatan 150 m/detik. Setiap benda dipastikan rusak terkena benda berkecepatan setinggi itu. Namun benda yang dilapisi Kevlar tidak mengalami kerusakan atau hanya kerusakan minimal. Kemampuan Kevlar menjadikannya sebagai bahan pembuat jaket anti peluru. Namun perlu diketahui, ternyata kekuatan benang laba-laba masih sepuluh kali lipat kekuatan Kevlar. Subhanallah.

Al Quran menyatakan sarang laba-laba adalah rumah paling lemah, sementara ilmu pengetahuan dan teknologi menyatakan benang laba-laba dan sarang laba-laba adalah salah satu ciptaan paling menakjubkan. Ada yang kontradiktif, satu sisi menyatakan kuat sementara sisi lain menyatakan lemah. Adakah yang salah?

Al Quran tidak mungkin salah. Al Quran tidak mungkin direvisi. Timbulnya perbedaan disini justru mendorong kita untuk lebih mengkaji lagi.

Laba-laba adalah salah satu makhluk yang diberi ilham oleh Allah untuk membuat rumah atau sarang. Kita juga mengenal makhluk Allah yang diberi ilham membangun sarang, kita ambil contoh burung dan semut.

Burung membangun sarang, tempat dia bertelur, mengerami telur-telur, membesarkan anak-anak, persinggahan di masa belajar terbang, hingga anak burung tersebut siap untuk mandiri. Secara sederhana burung-burung menggunakan sarangnya untuk menyiapkan generasi muda mereka menyongsong masa depan.

Semut membangun sarang, juga sebagai tempat ia berkembangbiak, menyiapkan generasi-generasi baru, menyimpan makanan serta membentuk sebuah organisasi yang besar. Dalam sebuah koloni semut ternyata banyak jabatan, pekerjaan, pembagian tugas dan aneka ragam aktivitas. Semua itu dilakukan oleh hewan sekecil semut.

Sementara jika kita melihat sarang laba-laba. Kita tidak menjumpai laba-laba menyiapkan generasi mudanya di sarang. Justru sarang laba-laba adalah tempat pembunuhan. Terdapat kelompok laba-laba yang kanibal, memakan sejenisnya. Laba-laba kanibal ini umumnya betina, memangsa pejantannya setelah perkawinan. Kita pun telah mengetahui laba-laba menggunakan sarangnya untuk menangkap mangsa. Mangsa yang ditangkap, dilumpuhkan, kemudian dibungkus untuk persediaan makanan.

Mungkin inilah yang dimaksudkan sarang laba-laba adalah rumah yang paling lemah. Kelemahan disini bukan terletak pada bahan pembuatan maupun konstruksinya. Kelemahan disini terletak pada fungsi rumah itu sendiri. Fungsi rumah sebagai tempat bernaung keluarga, tempat mendidik dan menyiapkan generasi muda, tidak terdapat pada sarang laba-laba. Rumah laba-laba justru dibangun untuk mencelakakan makhluk lain. Bukan sekedar ditangkap, namun juga sebagai mangsa, dan simpanan makanan untuk kehidupan laba-laba.

Rumah tidak hanya dapat diartikan sebagai bangunan fisik tempat tinggal saja. Jabatan, wewenang, amanah yang kita peroleh dapat juga diartikan sebagai rumah. Belajar dari rumah laba-laba ini mengingatkan pada kita, sejauh mana kita memegang amanah-amanah ini tanpa mencelakakan orang lain. Spiderman, manusia laba-laba dapat saja kita artikan manusia yang menggunakan rumahnya, jabatannya, wewenangnya untuk mencelakakan orang lain.

Semoga Allah memberikan kekuatan dan bimbingan kepada kita menjadi sekuat laba-laba tanpa menimbulkan kerugian pada makhluk yang lain. Amin.

Wallahu’alam bish shawab

Disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Al Adab, Januari 2010.

Komentar»

1. wulan - April 7, 2010

subhanallah..sungguh luas ilmu ALLAH SWT
itulah pentingnya kita belajar dari hal yg kecil…hehe
mksi pak suda mmberi info yg sgt brmanfaat…

2. Eel faqode deh - Mei 26, 2010

mengapa selama ini tidak ada yang bisa mengungkapkan klo rumah laba-laba itu lemah? sedangkan Allah swt sndiri menyatakan kelemahannya?

berarti otak manusia bloum sampai,,,atau sudah ada yang bisa membacanya tapi yang lain masih belum mendengan informasinya,,,

trim,,,thanks..

3. budikajena - Juli 15, 2010

sori ustad,ada dua hal yg berbeda yaitu konsep rumah laba2 dan sarang laba2,rumah laba2 ada di sebalik daun dekat ranting pohon ,dan rumahnya jelek tak kuat dan rapuh,sedangkan sarang laba2 sebaliknya kuat indah dantahan goncangan.jadi kuran menerangkan dg jelas yaitu rumahnya,bukan sarang atau jaringnya.trms ustad

4. Belajar dari Laba-laba | blog.janu.web.id - Agustus 12, 2010
5. jabon - Agustus 15, 2010

by jabon

saya juga termassuk yang suka dengan laba laba … kareana menurut saya mereka sangat unik….

6. Rahmad Dianto - November 7, 2011

Pas sekali pak..tp suatu negara yg dibangun seperti halnya rumah laba2 maka akan hancur karena hidup sendiri2 dan yg msk ke rumahnya akan terperangkap dan akan sulit utk keluar(dlm pengertian tdk akan ada keadilan sosial).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: